Jumat, 14 Maret 2014

Makna Konotatif dan Denotatif

Makna Konotatif dan Denotatif


Dilihat dari maknanya, kata dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kata bermakna denotasi dan kata bermakna konotasi. Disebut denotasi karena maknanya bersifat umum dan secara langsung menunjukkan makna yang sebenarnya (lugas). Disebut konotasi karena mengandung makna tambahan, kesan, dan nilai rasa yang dinyatakan secara langsung (kias). Konotasi adalah perubahan nilai arti kata disebabkan si pendengar memakai perasaannya untuk mengartikan kata itu.

Perhatikan kalimat berikut:

1. Pada hari ulang tahun kakak mendapatkan bunga yang harum.
2. Seluruh pemuda mengagumi bunga desa yang cantik itu.

Kata bunga pada kalimat nomor 1 mengandung makna denotasi. Adapun kata bunga desa pada kalimat nomor 2 mengandung makna konotasi.

Konotasi dapat dibedakan antara konotasi positif dan konotasi negatif. Konotasi positif mengandung nilai rasa lebih tinggi, baik, halus, sopan, dan menyenangkan. Konotasi negatif mengandung nilai rasa rendah, jelek, kasar, kotor, dan tidak sopan. Contoh kata gugur dan mampus makna denotasinya adalah mati, namun kata mampus termasuk konotasi negatif sedangkan gugur memiliki konotasi positif.

Perhatikan kalimat berikut:

1. Cut Nyak Dien gugur ketika berjuang melawan penjajah.
2. Perampok itu mampus ditembak polisi.

Kita mengenal beberapa makna kata, yakni makna leksikal, struktural, dan kontekstual. Makna leksikal adalah makna kata yang sesuai dengan kamus. Makna struktural adalah makna kata yang relevan setelah kata itu ada dalam kalimat. Makna kontekstual adalah makna kata berdasarkan uraian yang lebih luas disertai dengan situasi yang berhubungan dengan tema atau kejadian tertentu. Ketiga jenis makna itu saling berhu bungan satu dengan yang lainnya dalam membentuk makna sebuah wacana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Facebook Comments